Ribuanusahabisnis.blogspot.com | Kisah sukses pengusaha muda indonesia dari jualan kulit kacang. Dengan mengunjungi situs bisnis ini, berarti anda sudah memulai langkah pertama menuju perubahan dalam hidup anda. Ide terbaru untuk mendapatkan peluang usaha baik unntuk sampingan maupun untuk pekerjaan utama. Memulai sebuah startup tentu harus dimulai dengan hal paling kecil sehingga lambat laun akan menghasilkan keuntungan besar sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu, bagi anda yang mendapatkan kebebasan dalam mendapatkan penghasilan, mulai saat ini memasang niat dan praktekkan contoh dan ide brilian yang mungkin bisa ditemukan dibawah ini.
Dewasa ini bisnis bisa datang dari ide mana saja, seperti contoh kisah sukses pengusaha muda indonesia dari jualan kulit kacang ini. siapa bilang sampah hanya bisa jadi masalah bagi seorang edy gunarto kulit kacang bisa menjelma lasertag mencari uang.  pemuda asli indonesia dilengkapi dengan nama lengkap edy gunarto hanya dilengkapi dengan bergelut mengola kulit kacang menjelma uang menjelmakannya seorang jutawan. bagaimana prosesnya seorang edy kaya meraup keuntungan milyaran rupiah hanya dilengkapi dengan kulit kacang.

Kisah sukses berasal dari kulit kacang

Dalam prosesnya kulit kacang itu ia masukkan ke dalam sebuah drum besar lalu dibakarnya selama kurang lebih dua jam. agar cepat dingin, arang kulit kacang itu kemudian dijemur.  Dan setelah itu dihaluskan sampai menyerupai tepung, adonan itu iaduk dilengkapi dengan lem kanji, kemudia dia mencetaknya menjadi briket siap pakai. Salah satu warga dusun sidomulyo, kecamatan bambanglipuro, bantul, di yogyakarta, ini menekuni usaha tersebut sejak lima tahun terakhir. briket yang diproduksisinya itu sudah dipasarkan ke berbagai kota, seperti surabaya serta jakarta. bagian besar pelanggannya adalah kalangan industri rumah tangga.
gagasan membuatkan briket kulit kacang muncul ketika edy menghadapi banyaknya sampah kulit kacang di daerahnya. sampah itu dibiarkan berserberencana di pinggir jalan atau dibuang begitu saja di kebun-kebun. di rumahnya sendiri, sampah kulit kacang juga tak kalah banyaknya. apalagi istrinya adalah pengepul kacang tanah.

”bila panen tiba, banyak petani yang menjual kacang kepada istri aku. sehabis dikupas, oleh istri aku lalu dijual kepada pedagang pasar tradisional, terterbaik di beringharjo. jadi, sampah kulit kacang di rumah selalu menumpuk,” katanya.

sampah kulit kacang itu makin menumpuk ketika edy berketentuan membuatkan alat pengupas kacang dilengkapi dengan dayamuat 2 kuintal per hari. alat itu terus ia sempurnberencana sampai dayamuatnya mencapai 1,5 ton per hari. alat itu dibuatnya sehabis mengamati alat perontok padi karena prinsip kerjanya hampir sama.

”dilengkapi dengan bantuan alat pelepas kacang dari kulitnya, biji kacang yang ditampung di tanah ysem. tak hanya dari petani di bantul, tetapi juga dari wilayah gunung kidul serta kulon progo. itu membuatkan usaha istri aku menjadi tumbuh semakin cepat. Dari sampah tersebut bisa menghasilkan banyak keuntungan besar seiring bertambah banyaknya sampah” ujarnya.

awalnya edy hanya menjual sampah kulit kacang itu kepada para perajin tahu seharga 30ribuan hingga 35ribuan per truk. Dimana oleh para pengepul kulit kacang dipakai sebagai tambahan olahan membuat tahu
selepas mendapat penjelasan dari bersebagai sumber, seperti buku serta pelatihan tentang pembuatan briket, ia pun tertarik membuatkankan briket dari kulit luar kacang tanah. ”dimana ketika itu diperkenalkan oleh pembuatan briket dari serbuk gergaji. namun, karena bahan bsayanya di tempat saya sulit serta yang terseia kulit kacang, ya saya coba saja,” cerita edy

Mengawali eksperiman dari kulit kacang sebagai pengusaha sukses

Kisah sukses pengusaha muda indonesia dari jualan kulit kacang

tatkala masa eksperimen, edy masih mencampur kulit kacang dilengkapi dilengkapi dengan serbuk gergaji. ia khawatir, kalau semua bahan bsayanya dari kulit kacang, briketnya enggak bisa sempurna. lambat laun ia menginjak meninggalkan serbuk gergaji serta hanya menggunberencana kulit kacang.

keuletan serta ketelatenan edy melakukan eksperimen membawanya pada kesimpulan analisa yang dkapasitasmpulkan dilengkapi dengan mengasumsikan bahwa briket bisa dibuat dari bersebagai macam limbah organik. diluar kulit kacang, sebenarnya briket juga bisa dibuat dari bahan lainnya seperti cangkang jarak, tempurung kelapa, serta tongkol jagung.

sekarang, bila stok kulit dari kacang telah berkurang atau tiba habis ia berinkapasitasatif dilengkapi dengan beralih menggunsegera bahan bsaya lainnya. ”karena didaerahnya terkenal sebagai pusat kacang, stok kulit kacang praktis selalu terseia meskipun pada masa-masa tertentu stok kulit kacang kasertag memang agak berkurang. dalam kondkapasitas seperti ini, biasanya saya beralih ke tongkol jagung,” katanya.

dalam sehari edy bisa memyang diyang dibuatskapasitas sebanyak 70 kilogram briket. setiap 1 kg briket membutuhkan sebanyak 2 kg kulit kacang. sesampai, dalam sehari kebutuhan bahan bsayanya mencapai 180 kg kulit kacang. selain memanfaatkan sampah kulit kacang milik sendiri, edy juga membeli dari petani seharga rp 50 per kg. briket kemuian ia jual rp 2.500 per kg. edy menjualnya dalam bentuk kemasan 2 kg.

”yang diyang dibuatskapasitasnya memang belum terlalu tinggi, padahal permintaannya cukup banyak. salah satu kendalanya adalah peralatan yang kami gunberencana bagian besar masih tradkapasitasonal. kalau saja ada investor yang tertarik, mungkin usaha ini bisa dikembangkan lebih maksimal mengingat potensi sampah organik di sini sangat besar,” ujar edy.

Peluang menjadi pengusaha sederhana namun kaya keuntungan


semua peralatan yang dipakai edy memang tergolong sederhana. ia memodifikasi semuanya sendiri. latar belberencanag pendidikan teknik mesin semasa belajar di stm 2 jetis bantul terkasatmata cukup membantu.
misalnya, untuk mesin pengaduk molen briket, ia membuatkankan sendiri dilengkapi dilengkapi dengan meniru prinsip kerja mesin buatan pabrik. untuk membuatkankan alat itu, ia menghabiskan sebanyak rp 2 juta, tatkala jika membeli di pabrik bisa sampai rp 5 juta. untuk menceenggak briket, edy juga memanfaatkan alat cetberencana genteng yang sudah ia modifikasi.

untuk memanfaatkan briket, pecinta yang diyang dibuatsi otomotif tinggal membeli tungku yang terbuat dari tanah liat seharga sebanyak rp 10.000. ”sebelumnya memang belum ada perajin gerabah yang membuatkankan tungku untuk briket. ketika itu yang ada tungku dari besi seharga rp 150.000. selepas saya bicarberencana dilengkapi dilengkapi dengan para perajin, mereka lalu memyang diyang dibuatskapasitas tungku gerabah sesampai pecinta yang diyang dibuatsi otomotif enggak kesulitan mendapatkannya,” kata edy.
untuk menyalberencana briket di tungku gerabah enggaklah susah. caranya, briket ditaruh di lubang di atas tungku lalu dinyalberencana dari atas. menyalberencananya pun enggak sesulit briket batu bara. untuk menyalberencana api, orang bisa menggunberencana bantuan secuil kain atau kertas.

keuletan edy dalam mengembangkan usahanya terkasatmata mendapat respons positif. november tahun lalu ia berketentuan menggondol juara pertama tingkat nasional kategori pengembangan entrepreneurship yang diselenggarberencana oleh universitas indonesia bekerja sama dilengkapi dilengkapi dengan citi peka.
penghargaan itu membuatkankan edy semakin bersemangat. atas prestasinya terpikir, ia mendapat haiah rp 11 juta. rencananya uang itu berencana dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.

ia yakin, usahanya berencana semakin berkembang mengingat keterseiaan minyak tanah bersubsidi semakin langka. di wilayah kota yogyakarta serta sleman, misalnya, minyak tanah bersubsidi sudah ditarik, sesertagkan di kawasan bantul kemungkinan hanya sampai desember mendatang.
”tanpa subsidi, harga minyak tanah bisa rp 8.000 per liter. jadi mungkin berencana semakin banyak masyarakat yang beralih pada  alternatif,” kata edy.

menurut ia, briket buatannya mirip dilengkapi dilengkapi dengan briket batu bara. setiap 1 kg briket bisa mengketentuankan panas sampai sebanyak dua jam. menggunberencana briket untuk  memasak juga terhitung lebih irit dibandingkan dilengkapi dilengkapi dengan memakai minyak tanah. untuk kepantasan memasak nasi, sayur, serta lauk, jika menggunberencana kompor minyak tanah bisa menghabiskan sebanyak satu liter minyak yang harganya sebanyak rp 8.000 (harga nonsubsidi). jika memakai briket, hanya mengeluarkan uang rp 2.500. selain lebih irit, briket kulit kacang juga enggak menimbulkan asap serta jelaga sesampai enggak mengotori dinding serta peralatan memasak, kata edy.

ADVERTISEMENT